Santa Laurensia: “Time for the young generation to take action”

Ibu Maria Rosyati (atau akrab dipanggil Bu Rosy), Energy Manager Santa Laurensia School, mengungkapkan kebanggannya yang tak terkira menjadi salah satu “Top 3 for Best School” di kompetisi Home and School Energy Champion 2012. “Bangga sekali rasanya, terutama terhadap anak didik kami. Mereka adalah anak-anak muda yang paham dengan keadaan saat ini dan mereka berusaha untuk ikut ambil bagian dalam menghadapinya.” kata Bu Rosy. The award gives affirmation to the school’s ‘Go Green’ effort. Senang mengetahui bahwa usaha hemat energi yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan bahwa banyak pihak yang memang memperhatikan usaha yang mereka lakukan selama ini. Since the beginning, they have been trying to promote green lifestyle as a cool lifestyle.

Untuk selanjutnya, menurut Ibu Rosy, Santa Laurensia masih akan fokus pada kegiatan memilah sampah dan mematikan lampu, karena sejauh ini hal itu memiliki dampak yang besar pada pembentukan karakter green lifestyle. “Santa Laurensia mempunyai kelompok relawan bernama Dr. Green yang lahir tahun 2009,” Ibu Rosy menjelaskan. Theysee the result especially in 201 when students feel ashamed if they don’t put trash in the trash bin. Mereka memiliki motto “Sekecil apapun aksinya, yang penting saya sudah melakukannya”. Motto tersebut membuat para relawan bangga dengan kegiatan Go Green di sekolah mereka. Itu juga merupakan jawaban yang para relawan berikan kepada mereka yang masih suka menyepelekan aksi Go Green.

Santa Laurensia plans to keep developing their energy efficiency strategies.Bu Rosy menambahkan, “Dalam waktu dekat, pada tanggal 10 November, tim Dr. Green dan energy warrior akan membuat seminar perubahan iklim dan akan merekrut relawan baru dari siswa kelas X”. Setelah itu mereka akan membuat program pengembangan berdasarkan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Kalau nggak keren, apa dong namanya?

Tirza Chrissentia: Hemat Energi Itu Menguntungkan

Perasaan bangga dirasakan oleh Tirza Chrissentia dari Sekolah Santa Laurensia. “I feel proudbecause from hundreds of participant, I can be in the Top 3,” Tirza expressing her feeling. Tirza mengakui bahwa kompetisi ini membuatnya menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam hal menghemat energi listrik. Tirza berharap akan dapat terus menerapkan penghematan energi di manapun ia berada.

Tirza mengakui bahwa ia tidak menyangka sama sekali akan menang, “Memang berharap sih untuk menang, tetapi kompetitornya juga banyak.” Tirza pun bercerita bahwa awalnya di rumahnya tidak ada yang mengetahui tentang vampir energy. Contohnya, awalnya penghuni rumah sering tidak mencabut charger handphone dari stop kontak ketika sudah selesai digunakan. Eventually, everybody started to beaware about this.Mereka mulai mencabut kabel-kabel yang tidak terpakai dari stop kontak dan mengubah suhu AC menjadi 24-25 Celcius agar lebih hemat energi.

Salah satu tantangan yang dialaminya selama memperkenalkan gaya hidup hemat energi ke orang-orang di rumah adalah masih sering lupanya orang-orang untuk mencabut kabel-kabel tidak terpakai. “Apalagi orangtua, harus sering diingatkan,” lanjut Tirza. After a while, everyone in the house could feel the benefit of living in an energy efficienct environment. “Tidur lebih nyaman karena tidak kedinginan dan tidak gampang sakit.” Orangtua Tirza juga merasakan efek dari efisiensi energi yang dilakukan di rumah mereka, yaitu tagihan listrik yang berkurang.

See? Hemat energi itu menguntungkan, kan?

Yosafat Hans Wijaya: Lestarikan Bumi Dengan Efisiensi Energi

Murid Santa Laurensia ini awalnya tidak percaya kalau dirinya menjadi 3 terbaik dalam kompetisi Home and School Energy Champion ini. “Saya senang sekali mendapatkan penghargaan ini,” aku Yosafat Hans Wijaya. Menurut Hans, program ini memberikan pengetahuan yang banyak dan bagus untuk Indonesia dan dunia. Hans juga bersyukur bahwa ia bisa meninggalkan sebuah prestasi yang baik untuk sekolahnya. Hans also plans to use LED lights for his house. Nggak hanya itu, Hans dan teman-temannya sesama Energy Warriors di Santa Laurensia juga sedang merancang sebuah proyek untuk menyebarkan kebiasaan baik ini ke sekolah-sekolah lainnya. So cool!

Hans tidak pernah menyangka sama sekali kalau ia akan menang. “Saya nggak pernah memenangkan tantangan bulan. Saya juga nggak selalu mengikuti kuis-kuis di Twitter. Makanya, saya tidak menyangka sama sekali akan naik ke podium untuk menerima penghargaan,” ungkapnya.

Lalu apa yang selama ini Hans lakukan sebagai Energy Warrior? Nggak sedikit! Contohnya, Hans selalu mencabut semua charger, terutama laptop dan printer, setelah digunakan, Hans memperhatikan penggunaan lampu, kipas angin dan exhaust fan. Hans juga memastikan bahwa ketika ruangan ditinggal alat-alat tersebut harus dalam keadaan mati. Jika menggunakan pendingin ruangan, Hans memastikan bahwa pintu ruangan tertutup. Hans juga memanfaatkan timer yang tersedia, agar AC otomatis mati menjelang pagi hari. Bicara soal hambatan, Hans tidak merasa menemui kesulitan yang besar. Kadang dia merasa sedikit repot jika harus mencolokkan kembali kabel sebelum digunakan, tetapi lama-lama hal tersebut menjadi kebiasaan. According to him, each family member must also remind each other and do a ‘sweeping’ around the house before leaving it.

Dampak yang dirasakan secara ekonomi mungkin hanyalah berkurangnya tagihan listrik rumah tapi Hans merasakan manfaat yang jauh lebih besar daripada itu. Dirinya jadi menyadari bahwa energi perlu dilestarikan. “Jika program ini terus dijalankan dan disebarkan ke masyarakat luas, menurut saya akan banyak dampak positifnya, seperti penghematan penggunaan subsidi energi, pelestarian sumber daya alam dan pengurangan efek gas rumah kaca.” Hans mengakui bahwa sekarang anggota keluarganya menjadi lebih waspada terhadap kebocoran energi listrik, terutama penggunaan lampu. “Semoga bukan hanya lampu yang akan terus diperhatikan, tetapi juga peralatan listrik lainnya,” ujar Hans menutup perbincangan dengan tim Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia atau EECCHI.

Posted on 5 November 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: