Our commitment will save the earth

Image

Keluarga Natya selama ini telah menggiatkan penghematan energi dari hal-hal sederhana. Seperti misalnya mengurangi penggunaan listrik yang tidak terkontrol, menghindari mengisi listrik alat elektronik pada saat waktu tidur, tidak menggunakan lampu ketika matahari masih bersinar, tidak menggunakan AC lewat dari 1 jam dan memeriksa seluruh stop kontak bila masih ada kabel yang belum dicabut ketika sedang tidak digunakan. All of those activities are done in every room in Natya’s house that was designed energy efficiently. Setiap ruangan memperoleh sirkulasi udara dan penerangan alami dan diupayakan juga sirkulasi dengan sistim silang (cross ventilation). Electronic device are used as minimal as possible. Setiap ruangan diusahakan untuk mendapatkan udara alami, baik horizontal, vertikal dan mendapatkan view ke taman atau ruangan terbuka. Bahkan pada ruangan yang tidak terlihat seperti atap dan plafon, juga dilakukan sirkulasi silang udara agar panas tidak terasa menyengat ke ruangan tapi diproses di “ruangan perantara” tersebut. Untuk penyediaan energi air panas, digunakan tenaga matahari yang dapat disimpan sehingga tidak menggunakan listrik atau gas. Untuk air, mereka sangat hemat dalam menggunakan pompa air karena menggunakan sistem gravitasi bumi. Pompa menyala dan mati secara otomatis untuk mengisi tempat penampungan air.

 Image

Aktivitas hemat energi sudah dilakukan sejak rumah tersebut selesai dibangun oleh orang tua Natya pada tahun 1990. Sedikit renovasi dilakukan pada tahun 2006 tanpa merubah karakter dan desain utama yang ramah lingkungan. Ruangan-ruangan di rumah Natya memiliki kesinambungan satu sama lain sehingga ada aliran udara dan penerangan alami yang selaras. Semua penghuni rumah sudah dibiasakan mengenal konsep hemat energi ini sejak awal. “Dari kecil aku dibiasakan tidak memakai pendingin ruangan”, ujar Natya. Everyone is reminded to turn off the unused lights, turn off the water faucet and use water as efficient as possible. Semua pekerja rumah tangga mendapat orientasi mengenai hal tersebut secara khusus sebelum diterima bekerja di rumah Natya. Tantangannya adalah ketika ada orang baru yang tinggal dirumah. Juga jika ada yang lupa untuk mematikan lampu, atau ingin lebih nyaman dengan pendingin ruangan, juga terkadang membiarkan kabel listrik alat elektronik terpasang sepanjang malam sampai pagi hari. 

 Image

Dari awal orangtua Natya merancang rumahnya dengan pertimbangan alam sekitarnya. Karena itu, Natya dan keluarga sangat bersemangat mengikuti kompetisi ini. “Kami ingin berbagi, betapa pentingnya sejak awal untuk kita menjadi pelaku perubahan. Melalui kebiasaan sehari-hari penghuninya, wujud fisik rumah, dapat dibuktikan dan dirasakan kenyamanannya ketika berada dirumah. Biaya tagihan listrik dan air juga dapat terkontrol dengan baik”, demikian diungkapkan oleh pemenang Drawing Challenge ini. Bila kita semua berkomitmen untuk melakukan kebiasaan hidup lebih sehat dan alami tentu proses perlindungan terhadap lingkungan dapat berjalan lebih baik, untuk kita saat ini, generasi mendatang dan tentunya untuk bumi ini.

 

 

 

 

Posted on 3 Juli 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: